June 3rd, 2009 by youlee

      Berita Manohara menorehkan rasa kasihan, mengusik hati kita semua mengapa semua itu harus terjadi? Terlepas dari kisah tragis Manohara, sebenarnya ujian  rumah-tangga bisa sangat beragam, masalah ekonomi, orang ketiga, KDRT, perbedaan kultur/budaya  bisa jg karena ketidak siapan..yang ini tidak berhubungan dengan umur seseorang, sama seperti kedewasaan tidak berbanding lurus dengan usia. Karena banyak orang yang umurnya mendekati stengah abad tapi tingkahnya masih seperti ABG. Sebaliknya bisa saja dari sisi umur masih muda tapi wawasan dan opini-opininya banyak menjadi panutan.

beberapa artis bahkan jika ditanya infotainmen mengapa bercerai dengan entengnya menjawab sudah tidak cocok lagi.  Biasanya sumber utama suatu pertengkaran/selisih pendapat adalah karena kita punya kemauan/keinginan yang berbeda. Masalahnya ada beberapa diantara pasangan yang tidak bisa lagi sepakat dengan perbedaan itu. Apakah persamaan akan menjamin langgengnya suatu hubungan? Sama sekali tidak,  banyak pasangan yg punya hobi, kebiasaan dan sifat yang sama sekali berbeda…tetapi harmonis2 saja.  Karena yang membuat kuatnya suatu hubungan bukan seberapa persen persamaan yang ada pd pasangan tersebut, tetapi seberapa persen bisa saling menerima perbedaan. Apakah pasangan yang harmonis adalah pasangan yang tidak pernah berantem? Tentu saja bukan, dengan teman saja kadang berantem apalagi dengan pasangan yang jelas2 kita kenal luar dalam. Bagaimana kita bisa berantem dengan sehat itu lebih penting. Kata orang jawa ( Katanya orang jawa lho bukan kataku meski diriku orang jawa asli) jika suami istri berantem, harus rebutan salah, bukan rebutan benar..(Wah mana bisa wong kalo berantem tu biasanya karena merasa diri paling benar, ada2 saja …) Klo memulai berantem dengan ngomong, aku yang salah..gimana sebaiknya kita menyelesaikan kesalahanku ini ? Jadi rahasianya malah kita harus cari kesalahan kita sendiri terlebih dahulu . Kebahagiaan harus diperjuangkan, maka menyelamatkan rmh tangga termasuk upaya yang harus dilakukan.

Saat kita menerima bermacam cobaan dan ujian selalu ingat bahwa suami kita bukan nabi Muhammad yang tanpa dosa, dan istri kita bukanlah Khatidjah wanita yang sempurna….kita ini manusia biasa yang bisa lupa, salah dan khilaf…

… jadi makin sayang  sama my husband. Suamiku bukanlah pria terbaik/tertampan/terhebat (james bond kalee) di dunia ini, tetapi dia adalah pria yang paling bisa memahami/mengerti, yang selalu memelukku kala ku sedih, menasehatiku saat ku kliru, mengingatkanku saat ku lupa dan membimbingku saat ku khilaf…tertawa saat ku cerewet melucu, tersenyum saat kugoda, menenangkanku saat kubingung..pernah kutanya pada my husband ini mengapa dia memilihku sebagai istrinya? Dengan kalem dia menjawab, karena kau membuat hidupku serasa di panggung dangdut! Waladalah….

Padahal lagu favoritku untuknya malah lagunya Naff:

Lirik lagu Naff – Akhirnya Ku Menemukanmu

Posting lirik ini di blog anda

akhirnya kumenemukanmu
saat hati ini mulai merapuh
akhirnya kumenemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:
jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

 

One Response to “Manohara…(Ketika Pasangan Tak Sesuai Harapan)”

  1. Dengan kalem dia menjawab, karena kau membuat hidupku serasa di panggung dangdut! Waladalah….he..he.. nggak sambil menyelam minum air, sambil kuliah di yogya, bisa mboyong piyantun kota gedhe. Kisah manohara, pasangan yang masih seumur jagung, bapak Prancis, ibu Bugis, suami Malaysia…Manohara mungkin kebingunan belajar budaya yang tidak sama antara teori dan prakteknya. Lha dengan bapaknya belajar teori tentang bersuamikan orang Prancis, sedangkan prakteknya dapat orang malaysia… Alhamdulillah aku hanya dapat “Nggo pek nggo”, alias tonggone dipek mawon nggo, jadi gak perlu blajar berbudaya manca negara…

Leave a Reply