March 23rd, 2009 by youlee

Bercanda dengan anak-anak selalu menyenangkan karena ocehan dan ‘lobi-lobi’nya. Bahkan saat makan bersama sekalipun, Aldine bisa mengunyah nasi sambil sempat-sempatnya memberi tebakan pada bundanya, ” Bentuknya kecil putih larinya kenceeeng sekali, apa mah?”. “Mobil ambulan kecil berwarna putih terburu-buru bawa pasien ke rumah sakit?”, jawabku asal menjawab. Dia menggeleng sambil menjawab,” Sebutir nasi putih nemplek di pesawat jet!”….halah, sapa juga yang iseng nempelin nasi di pesawat jet, dik?….Mah, boleh nggak aku minta kenaikan uang saku? Dia mulai melobi. “Kan aturan naik uang saku kalau kenaikan kelas?”, jawabku mengingatkan. “Mama pelit, nanti kalau mama nyaleg posternya akan kutulisi jangan milih ibu ini, orangnya pelit!!”…aku tambah terkekek geli, sapa juga yang mau nyaleg? …Mulai hari itu aku dijuluki caleg pelit sama anakku sendiri. Ternyata banyaknya poster caleg dipinggir jalan ikut berpengaruh pada pikiran anak sekecil aldine. Tapi aku betul-betul berharap semua caleg yang terpilih nanti bersifat pelit,…pelit untuk korupsi/memperkaya diri, pelit untuk membuang waktu dan uang negara dengan jalan-jalan ke luar kota/keluar negeri yang tidak perlu, pelit menjual aset negara, pelit untuk menerima tawaran utang luar negeri….negara miskin yang gemar berutang. Pernahkah dengar anekdot negara kita diluar negeri? Bapak-bapak pejabat kita pergi keluar negeri (tentunya beserta anak istrinya) datang ke pertemuan disebuah negara untuk kesepakatan MOU berhutang (Sering diperhalus dengan menerima Bantuan Luar Negeri), pejabat-pejabat kita datang dengan mobil mewah/Limosine ke acara tersebut, sedangkan Pejabat negara si Pemberi Utang datang ke pertemuan turun dari taxi/mikrolet! Siapkah caleg-caleg kita yang posternya bertebaran di pinggir jalan itu memegang amanah/menjadi pelayan rakyat dengan sebaik-baiknya? Semoga.

7 Responses to “Caleg Pelit”

  1. halahhh. Ngerti po ? Ya, tentu saja caleg gak mau jadi pelayan. Lah wong…jadi caleg itu tujuannya untuk menjadi wakil rakyat. Mosok, wakil nyambi jadi pelayan 😛

  2. Tebakan : TAHU APA YANG PALING BESAR ?
    Kalo Anda beruntung dapat hadiah tahu spesial

  3. Pastinya juga pelit untuk diajak “kompromi” sama para juragan executive khan….?! Mba Yul, taksih enget dhateng kulo mboten. Rumiyin nate sinau bareng wonten kelas 1D SMAN 8 wali kelas-ipun bu Pipit.

    Salam,
    Hirwanto

  4. To Mr Catur: TAHU yang paling besar ? TAHU-kah dirimu aku punya teman dari kota Magelang yang terkenal dengan TAHU Magelangnya tapi satu kalipun aku belum pernah dibawakan TAHU ????

  5. To Mas Hirwanto….Reuni aku ga pernah dateng je, tapi seingetku yang orangnya kecil ? Apa kabar ? Dimana sekarang? Aku masih sering ketemu Ida…. Weh nemu Blog-ku gara-gara Caleg ya?

  6. Salah bu. TAHU yang paling besar adalah TAHU isi SUMEDANG. Kebayang kan ? Biasanya tahu isinya taoge atau wortel. Lah ini isinya SUMEDANG !

  7. Ada lagi yang lebih besar..penggorengan Tahu isi Sumedang….seberapa coba wajannya ?

Leave a Reply